Friday, 3 August 2012

Makna Sebuah Cinta

Saat seseorang terpuruk dalam cinta, adalah sebuah kewajaran ketika mereka sulit untuk bangkit.
Namun rasanya makhluk yang bernama manusia cukup bijak untuk tahu kapan dia harus bangkit atau tetap terpuruk.
Cinta hanya satu kata dengan seribu makna, yang mampu membuat manusia terlena.
Saat cinta seseorang mendapat timbal balik maka orang itu akan merasa hidupnya indah, bahagia.
Dia lupa, bahwa ketika Tuhan berkehendak mengambil kebahagiaannya saat itu juga, Dia bisa.
Lantas saat cinta ternyata tak seindah harapan dan angan maka manusia itu akan merasakan jatuh, seakan seribu beban disandarkan di punggungnya, yang bahkan sulit untuk menyangga tubuhnya sendiri.
Lemah, hancur, luka.
Seharusnya mereka siap kehilangan saat mereka mendapatkan sesuatu

Manusia, makhluk berakal.
Namun mereka pun makhluk berhati
Tatkala seseorang dihadapkan pada sebuah permasalahan, hanya dirinyalah sendiri yang tahu, apakah akal, ataukah hati mereka yang harus mereka gunakan.
Pandangan seseorang pada orang lainnya seringkali selalu sama.
Mereka merasa bebannyalah yang terberat, tanpa sadar akan penderitaan sekitarnya yang sebenarnya sama saja.

Tuhan menciptakan cinta diantara manusia, cinta itu rasa, rasa itu hati, namun terkadang manusia lupa menyelipkan satu hal yang tak kalah penting, akal...
Saat akal kita gunakan, maka kita akan lebih jernih dalam berfikir
Untuk apa Tuhan menganugerahkan hal yang disebut akal pada manusia, jika seorang manusia hanya mampu bermain-main dengan rasanya, instingnya, hatinya?
Bukan berarti adanya rasa itu sia-sia, namun, sepertinya kita sebagai makhluk mulia yang diciptakanNya cukup cerdas menempatkan diri kita berbeda dari hewan atau makhluk berwujud lain, apalagi yang tak berwujud.

Inilah kata dari pengagum cinta, penulis cinta, dan pemuja cinta
Kata dari hati yang melibatkan akal, Ungkapan dari insting yang menyertakan fikir...

Selamat mencinta, dicinta, dan bercinta....

Malang, 3 agustus 2012

No comments:

Post a Comment