Thursday, 2 August 2012

Duhai Kau

Duhai kau sang pematah hati
Telah lama aku menyebutmu begitu
Ciut nyali ini melihatmu
Yang tak sempat ungkap semua
Karna ku tahu tak akan mungkin

Duhai kau sang penebar perih
Dalam dekap harap
Merindu dirimu dalam diam tanpa kata
Kau bersikap tak tahu apa-apa
Karna salahku yang tak berkata apa-apa

Duhai kau sang perebut simpati
Semudah kau curi simpatiku padamu
Semudah itu pula kau tak pedulikanku tanpa simpati
Hanya mataku tak henti memandang
Sampai sosokmu perlahan hilang
Meski bayangmu tak pernah bergeming dari benakku

Duhai kau sang pencuri hati
Aku diam mendamba
Tak lagi berharrap pedulimu
Seakan aku terlahir hanya untuk memujamu
Tanpa memilikimu

Duhai kau,
Lalu kini akan ku birakan semua
Berlalu termakan waktu
Namun namamu tak juga beranjak
Karna aku terlahir untuk memujamu


2 Agustus 2012

2 comments:

  1. astajim, esa.. :O

    masih tanggal muda udah galau ajah :P

    ReplyDelete
  2. ahahahahaha tanggal muda gak punya duit woii....
    *bagi duit donk*

    ReplyDelete